Description
TRAILER TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 188 Alhamdulillah Sena Ditemukan - Telepon Misterius Davina dan Rahasia Besar Keluarga Pak Henry.
Layar ponsel Davina terus berdering, memancarkan harapan tipis yang kian terkikis oleh rasa cemas yang merayap di dada. Saat tombol hijau akhirnya tergeser dan panggilan terhubung, suara asing dari seberang garis justru memecah kesunyian dengan sapaan singkat, "Halo." Jantung Davina seketika berdesir hebat; matanya membelalak kaget sementara benak bathinnya terperanjat bingung, ini bukan suaranya Sena. Berusaha menguasai rasa panik yang kian membuncah, Davina menajamkan suaranya dan bertanya dengan nada tegas, "Halo ini siapa ya?!" Namun dari balik telepon, Pak Henry menjawab tak kalah keras dan penuh ketegasan, "Kamu yang telepon berarti saya yang tanya kamu itu siapa."
Di lokasi yang berbeda, ketegangan merebak hebat di tengah riuk-pikuk warga yang berlarian panik menghampiri para petugas. Langkah Iptu Tommy, Dion, dan Reza seketika terhenti saat beberapa warga berteriak histeris melaporkan kejadian mengerikan, "Ada orang jatuh dari jurang." Dengan napas terengah, para petugas bergegas menuju dasar jurang. Namun alangkah terkejutnya Iptu Tommy saat pandangannya tertuju pada tubuh yang tergeletak tak berdaya di atas tanah rapuh. Rasa syok luar biasa melingkupi dadanya hingga dengan tegas ia menyerukan satu nama, "Sena." Di sebelahnya, Dion ikut menyerukan nama itu dengan tatapan tak percaya, "Sena," disusul oleh suara Reza yang tertahan menyuarakan rasa keprihatinannya, "Sen." Tubuh Sena tampak begitu rapuh dan tak berdaya, terbaring pasrah di antara himpitan takdir yang membawanya ke ambang maut.
Kabar mengenai penemuan tubuh Sena menyebar secepat kilat hingga sampai ke dalam mobil yang sedang melaju. Bilal, yang berada di dalam kendaraan bersama Pak Henry dan Bu Vero, segera membalikkan badan dengan raut wajah tegang penuh kehebohan seraya berseru, "Bu Vero Pak Big Bos, Bos Sena sudah ditemukan." Mendengar laporan tersebut, beban berat di dada Pak Herman seolah terangkat seketika, hingga helaan napas lega keluar dari mulutnya saat ia mengucap syukur, "Alhamdulillah."
Laju waktu terasa semakin menegang ketika ambulans tiba di pelataran rumah sakit. Sena segera dilarikan masuk, terbaring di atas ranjang dorong yang dipacu cepat menyusuri koridor steril. Di samping ranjang yang terus melaju itu, Bu Vero melangkah terpincang-pincang dengan derai air mata yang tak henti menetes. Pandangannya nanar menatap sosok yang terbaring lemah, sementara dalam keheningan hatinya ia bergumam penuh duka, Angga kamu harus kuat.
Di tengah samar-samar kesadarannya yang meredup di dalam ruang perawatan, Sena menatap lurus ke arah papanya, Pak Henry. Mengumpulkan sisa-sisa tenaga yang ada, Sena melontarkan pertanyaan yang selama ini membebani jiwanya dengan nada penuh penekanan dan ketegasan, "Kenapa aku nggak boleh jadi polisi. Opa polisi PA. Kepala polisi."
#terikatjanjihariini #terikatjanjifullepisode #trailerterikatjanji